obat untuk orang hiv

Obat Untuk Orang HIV

Obat Untuk Orang HIV. HIV AIDS itu adalah salah satu macam penyakit yang amat mematikan dan merupakan ancaman yang begitu mengerikan untuk setiap pengidap yang terserang. Seringkali pengidap HIV AIDS juga di kucilkan di kalangan masyarakat sehingga beban psikologisnya makin nambah tertekan. HIV itu kependekan kata dari Human Immunodeficiency Virus, yang merupakan salah satu jenis virus yang menyerang sel-sel sistem imunitas tubuh manusia (yang utama CD4 positive T-sel dan macrophages-komponen-komponen utama sistem imunitas sel), dan meruntuhkan atau juga merusak fungsinya dengan obat HIV.

Sementara AIDS itu dapat diartikan dengan Acquired Immuno-deficiency Syndromedan melukiskan beragam gejala dan infeksi yang tercakup dengan menyusutnya sistem imunitas tubuh.

Gejala HIV AIDS

Beberapa ciri HIV AIDS. Bahkan hal ini juga berlaku sebaliknya. Penyebab wanita bisa terkena HIV AIDS yang paling umum adalah hubungan seksual bebas atau pasangan yang memiliki pola hubungan seksual bebas. Biasanya wanita menjadi korban, sehingga sangat rentan depresi. Berikut ini beberapa ciri yang bisa dikenali:

  1. Flu Berat

Setelah dua minggu virus masuk ke dalam tubuh maka bisa menyebabkan kondisi tubuh wanita mengalami berbagai serangan asimtomatik. Berbagai jenis gejala flu bisa terjadi dengan mudah dan bahkan bisa berlangsung secara tiba-tiba.

Gejala yang paling mudah dikenali adalah seperti flu ringan, demam, sakit kepala, tubuh lemah, bersin dan batuk ringan. Gejala awal ini akan segera hilang setelah virus benar-benar masuk ke dalam tubuh namun sebenarnya virus berkembang dan siap menyerang sel darah putih.

  1. Demam Parah

Wanita yang mengalami infeksi HIV AIDS akan lebih sering terserang demam. Demam bisa muncul tiba-tiba atau beserta dengan gejala lain. Suhu yang paling dianggap ringan adalah sekitar 38 derajat Celcius. Demam juga bisa terjadi dengan keringat dingin pada malam hari. Terkadang banyak penderita yang tidak memperhatikan demam karena penyebab yang sulit untuk ditemukan.

  1. Penyakit Infeksi

HIV AIDS memang akan membuat sistem kekebalan tubuh terus melemah. Kondisi ini akan membuat tubuh sangat rentan terhadap serangan infeksi dari bakteri, kuman dan virus lain. Tidak ada yang bisa mencegah infeksi yang muncul pada tubuh penderita HIV AIDS.

Obat untuk Orang HIV

Ada beberapa obat-obatan yang digunakan untuk terapi pengobatan HIV yang membantu memperlambat perkembangan penyakit tersebut, antara lain:

– Nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NRTIs) seperti zidovudine (Retrovir), abacavir (Ziagen), dan emtricitabine (Emtriva), yang memblokir salah satu enzim yang diperlukan HIV untuk mereplikasi diri di dalam sel.

– Non-nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NNRTIs) seperti efavirenz (Sustiva), etravirine (Intelence), dan nevirapine (Viramune), yang menargetkan ensim yang sama seperti NRTIs, tetapi dengan struktur kimia yang berbeda.

– Protease inhibitors (PIs) seperti atazanavir (Reyataz), ritonavir (Norvir), dan tipranavir (Aptivus), yang menghentikan produksi satu komponen dari HIV.

– Entry inhibitors, yang menghalangi masuknya HIV ke dalam sel CD4. Jenis obat ini meliputi 2 divisi kecil:

  1. Antagonis CCR5 (juga disebut entry inhibitors), seperti maraviroc (Selzentry) yang memblokir CCR5, suatu protein reseptor pada permukaan sel CD4 (sel sistem kekebalan tubuh) yang diikat virus supaya dapat masuk ke dalam sel.
  2. Fusion inhibitors, seperti enfuvirtide (Fuzeon) yang juga memblokir kemampuan HIV untuk memasuki sel CD4.

– Integrase inhibitors seperti dolutegravir (Tivicay), elvitegravir (Vitekta), dan raltegravir (Isentress), yang memblokir HIV dari memasukkan DNA virusnya ke dalam sel inang.

Konsultasikanlah pada dokter atau spesialis mengenai pengobatan yang paling baik bekerja untuk Anda. Perubahan pengobatan dapat didasarkan pada banyak faktor. Alasan yang memungkinkan antara lain:

– Efektivitas regimen Anda saat ini

– Kesehatan umum Anda

– Berbagai pertimbangan gaya hidup

– Gejala-gejala Anda

– Perubahan pada kesehatan Anda

Efek samping obat-obatan HIV

Ada beberapa efek samping dan komplikasi umum dari berbagai obat-obatan HIV, antara lain:

– Anemia, kelainan pada sel darah merah

– Diare

– Kelelahan

– Mual dan muntah

– Sakit kepala dan pusing

– Nyeri

– Gangguan saraf

– Ruam

– Kehilangan lemak yang tak biasa, atau penumpukan lemak (lipodistrofi)

– Resistensi insulin dan peningkatan kadar glukosa darah (hiperglikemia)

– Kerusakan hati

– Berkurangnya kepadatan tulang

– Asidosis laktat, penumpukan asam laktat dalam aliran darah

– Pembengkakan mulut atau lidah

Obat-obatan antiretrovirus dapat berinteraksi dengan beberapa obat yang Anda gunakan, termasuk tetapi tidak terbatas pada yang berikut:

– Obat-obatan penurunan asam dan refluks asam, termasuk antasida, proton pump inhibitors, dan antagonis H2

– Obat dan suplemen yang mempengaruhi glikoprotein-p atau enzim CYP3A4

– Zat yang mempengaruhi aktivitas enzim sitokrom P450, seperti jus jeruk Bali merah.

PEP untuk Penderita HIV

Perawatan Pencegahan Pasca Pajanan terdiri dari pengobatan, tes laboratorium dan konseling. Pengobatan PEP harus dimulai dalam hitungan jam dari saat kemungkinan pajanan HIV dan harus berlanjut selama sekitar empat minggu. Pengobatan PEP belum terbukti dapat mencegah penularan HIV.

Kendatipun demikian, kajian-kajian penelitian menunjukkan bahwa bila pengobatan dapat dilaksanakan lebih cepat setelah kemungkinan pajanan HIV (idealnya dalam waktu dua jam dan tak lebih dari 72 jam setelah pajanan), pengobatan tersebut mungkin bermanfaat dalam mencegah infeksi HIV.